Sabtu, 31 Januari 2015

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI LENGKONG KABUPATEN NGANJUK



BAB 1
PENDAHULUAN


1.1         Latar Belakang PKL
Sejak tahun 1996, MTs Jati Filial Termas Baron secara resmi telah berubah status menjadi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Lengkong. Sebagai konsekuensi dari perubahan ini, maka MTs Negeri Lengkong telah menyelaraskan orientasi program pendidikannya dari yang semula hanya menyelenggarakan pendidikan sesuai dengan kurikulum dan tidak lebih menjadi satuan pendidikan yang menggali potensi daerah dengan berbagai program ekstra kurikuler. Sejalan dengan hal ini, maka MTs Negeri Lengkong terus berbenah diri agar mampu menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi mampu memberikan kontribusi tenaga terampil bagi masyarakat.
Salah satu wujud komitmen MTs Negeri Lengkong untuk memberikan kontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia. Agar menghasilkan lulusan yang berkualitas, maka dibutuhkan tenaga-tenaga pendidik yang terampil dan profesional.
Program Praktek Kerja Lapangan (PKL) “STIE” Nganjuk yang dilaksanakan di MTs Negeri Lengkong adalah bagian dari kurikulum, program PKL dilakukan melalui proses sistematik berkaitan dengan aplikasi teori-teori manajemen yang didapatkan melalui sistem pembelajaran yang didapatkan di Pergururan Tinggi dengan nilai-nilai yang berlaku dilapangan hingga menemukan keselarasan antara teori dan praktek.

Pola kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dilakukan secara berkesinambungan dan terencana yang dilakukan dalam waktu yang telah ditetapkan oleh jurusan, dengan tahapan sebagai berikut:
1.        Orientasi program, adalah kegiatan yang diikuti oleh dosen pembimbing dan mahasiswa dalam satu kali pertemuan yang dilakukan di kampus dengan cakupan materi; (1) Pemahaman mengenai Praktek Kerja Lapangan (PKL), (2) Merumuskan rencana analisis kebutuhan praktek.
2.        Orientasi lapangan. Orientasi lapangan merupakan suatu kegiatan pengamatan mahasiswa di lembaga/perusahaan untuk mengetahui aspek-aspek yang berkaitan dengan manajemen.
3.        Implementasi di lembaga/perusahaan. Kegiatan ini merupakan kegiatan pemagangan yang dilakukan oleh mahasiswa bersama lembaga/perusahaan. Atas dasar rencana implementasi tersebut, mahasiswa membuat jurnal harian kegiatan PKL.
4.        Evaluasi. Kegiatan ini merupakan kegiatan evaluasi kemajuan Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang dilakukan oleh mahasiswa bersama dosen, dan lembaga/perusahaan. Evaluasi lebih mengarah pada evaluasi keterlaksanaan kegiatan.
5.        Penyusunan laporan, dilakukan sebagai kegiatan evaluasi akhir proses pelaksanaan dan menilai ketercapaian dan keberhasilan program dengan teknik penyusunan sebagaimana yang telah ditetapkan.
Tempat kegiatan PKL Prodi Manajemen “STIE” Nganjuk dilakukan dilembaga/perusahaan yang telah memiliki badan hukum di wilayah Jawa Timur yang telah ditetapkan berdasarkan ajuan yang diajukan mahasiswa kepada jurusan. Dalam hal ini peneliti melakukan praktik di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Lengkong Kab. Nganjuk.

1.2         Tujuan PKL
Program Praktek Kerja Lapangan (PKL) dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan mahasiswa dalam bidang manajemen atas dasar:
1.        Partnership dengan tujuan lembaga pendidikan dan lembaga/perusahaan memiliki tanggung jawab yang sama untuk mencerdaskan dan membekali anak bangsa sebagai generasi penerus.
2.        Learning process yang saling menguntungkan antara mahasiswa dengan lembaga/perusahaan.
3.        Sinergitas kualitas lulusan dengan memanfaatkan pengalaman keberhasilan masing-masing.
4.        Enrichment (memperkaya) baik secara personal maupun organisasi, sehingga kedua belah pihak saling mendukung dan saling memperkuat jejaring kelembagaan.








BAB II
PENGENALAN PERUSAHAAN

2.1         Sejarah Singkat MTs Negeri Lengkong
Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan Anak Yatim (YPKA) “Al-Aziz” terletak di dusun Jati desa Sawahan Kec. Lengkong Kab. Nganjuk berdiri sejak 05 Juli 1964. YPKA “Al-Aziz” bergerak dalam bidang sosial dan pendidikan, yaitu :
1.        Panti Asuhan
2.        Play Group / RA
3.        MI (Madrasah Ibtidaiyah)
a.         Diniyah
b.         Umum
4.        MTs (Madrasah Tsanawiyah)
Pada tahun pertama YPKA “Al-Aziz” hanya mengelola pondok pesantren dan MI yang berbasis Madrasah Salafiyah yang bernama “MI PAPI” muridnya dari kelas I sampai kelas IV dan dipimpin langsung oleh KH. Abdul Aziz.
Tahun 1968 – 1976 didirikan PGA 4 tahun yang siswanya dari Kecamatan Lengkong dan sekitarnya. Karena adanya penyesuaian kelembagaan pendidikan, PGA 4 tahun berubah menjadi MTs yang jenjang pendidikannya setara dengan SMP. MTs di YPKA “Al-Aziz” bernama MTs PAPI. Untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kepercayaan masyarakat serta pengakuan kualitas dan kuantitas MTs PAPI bergabung ke MTsN Termas Baron Nganjuk menjadi MTs Filial I dari tahun 1983 sampai 1996.
Pada tahun 1996 pemerintah mempercayai dan memberikan kekuasaan penuh kepada MTs Filial I menjadi MTs Negeri Lengkong.
Sketsa Kepemimpinan :
1.      MI PAPI                     (1964 – 1968)              - KH. Abdul Aziz
2.      PGA 4 tahun               (1968 – 1982)              - KH. Abdul Aziz
3.      MTs PAPI                   (1982 – 1984)              - Samadi Harun
4.      MTs Filial I                 (1984 – 1985)              - Nur Salim
5.      MTs Filial I                 (1985 – 1991)              - Ahmad Buchori
6.      MTs Filial I                 (1991 – 1996)              - H. Zainuddin M, A.Md
7.      MTsN Lengkong         (1996 – 1999)              - Drs. Markawi
8.      MTsN Lengkong         (1999 – 2002)              - Shofwan, S.Ag
9.      MTsN Lengkong         (2002 – 2004)              - Drs. H. Moch. Rohani
10.  MTsN Lengkong         (2004 – 2006)              - Drs. H. Miskar, M.M
11.  MTsN Lengkong         (2006 – 2012)              - Drs. Romli
12.  MTsN Lengkong         (2012 – 2011)              - H. Khairul Muttaqin, S.Ag
13.  MTsN Lengkong         (2011 – Sekarang)       - Drs. Ahmadi, M.Sy

2.2         Organisasi MTs Negeri Lengkong
            Pada dasarnya prinsip organisasi adalah merupakan wadah atau tempat untuk mencapai tujuan dengan menggunakan pola tertentu, Oleh karena itu struktur organisasi harus dibuat sebaik mungkin. Sesederhana pun suatu lembagan tentu memiliki struktur organisasi sendiri. Struktur organisasi yang baik adalah struktur organisasi yang jelas dan tegas yang menggambarkan tugas dan wewenang dari tiap-tiap bagian yang ada didalam perusahaan serta mempunyai ciri - ciri sebagai berikut :
1.        Mempunyai tujuan yang  jelas dan serinci mungkin.
2.        Tujuan harus dipahami setiap orang.
3.        Tujuan organisasi harus dapat diterima oleh setiap individu dalam organisasi.
4.        Adanya kesatuan dalam organisasi.
5.        Adanya keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab.
Mengingat pentingnya organisasi dalam pencapaian tujuan tertentu maka struktur organisasi sangat diperlukan. Struktur organisasi merupakan susunan yang terdiri dan fungsi-fungsi dan gabungan-gabungan yang menyatakan keseluruhan kegiatan . Dengan adanya struktur organisasi yang jelas, dapat menghindarkan dari timbulnya ketidakjelasan hubungan yang mengakibatkan banyaknya kerugian seperti pelepasan tanggungjawab, pelaksanaan pekerjaan yang tidak efisien, kebijakan yang tidak jelas dan ketidakpastian dalam pengambilan keputusan. Secara fisik struktur organisasi dapat dinyatakan dalam bentuk bagan yang memperlihatkan hubungan masing-masing unit produksi, garis-garis wewenang, tugas-tugas dan tanggung jawab yang ada.
MTs Negeri Lengkong seperti lembaga lainnya pada umumnya memiliki struktur organisasi yang mandiri, dirancang agar bagian-bagian didalamnya dapat bekerjasama dalam mencapai tujuan perusahaan.









STRUKTUR ORGANISASI
MTs NEGERI LENGKONG

 


































Uraian Pembagian Tugas
I.           Kepala Madrsah
Kepala Madrasah berfungsi sebagai edukator, menejer, administrator dan superviser, pemimpin / lider, inovator, motivator.
a.       Kepala Madrsah selaku Edukator
Kepala mdrasah selaku Edukator bertugas melaksanakan proses belajar mengajar secara efektif dan efisien ( lihat tugas guru ).
b.      Kepala Madrsah selaku Menejer mempunyai tugas :
1.          Menyusun perencanaan;
2.          Mengorganisasikan kegiatan;
3.          Mengarahkan kegiatan;
4.          Mengkoordinasikan kegiatan;
5.          Melaksanakan pengawasan;
6.          Melakukan evaluasi terhadap kegiatan;
7.          Menentukan kebijakan;
8.          Mengadakan rapat;
9.          Mengambil keputuan;
10.      Mengatur Proses Belajar Mengajar ( KBM );
11.      Mengatur administrasi, ketatausahaan, siswa, ketenagaan, sarana dan prasarana, keuangan / RAPBS;
12.      Menagtur Organiasi Intra Sekolah ( OSIS );
13.      Mengatur hubungan masyarakat dengan masyarakat dan instansi terkait.
c.       Kepala Madrasah selaku Administrator bertugas menyelenggarakan administrasi :
1.          Perencanaan;                             11. Keuangan;            
2.          Pengorganisasian;                      12. Perpustakaan;
3.          Pengarahan;                               13. Laboratorium;
4.          Pengkoordinasian;                     14. Ruang Keterampilan / Keseniam;
5.          Pengawasan;                             15. Bimbingan dan Konseling;
6.          Kurikulum;                                16. UKS;
7.          Kesiswaan;                                17. OSIS;
8.          Ketatausahaan;                          18 Serbaguna;
9.          Ketenagaan;                              19. Gedung;
10.      Kantor                                       20. 7 K.
d.      Kepala Madrasah selaku Supervisor bertugas menyelenggarakan supervisi mengenai:
1.          Proses Belajar Mengajar;
2.          Kegiatan Bimbingan dan Konseling;
3.          Kegiatan ekstrakurikuler;
4.          Kegiatan Ketatausahaan;
5.          Kegiatan kerjasama dengan masyarakat dan instansi terkait;
6.          Sarana dan prasarana;
7.          Kegiatan OSIS;
8.          Kegiatan 8K
e.       Kepala Madrasah sebagai Pemimpin / Leader :
1.          Dapat dipercaya, jujur dan tanggung jawab;
2.          memahami kondisi guru, guru/pendidik dan siswa;
3.          Memiliki visi dan memahami misi sekolah / madrasah;
4.          Mengambil keputusan intern dan ekstern madrasah;
5.          Membuat, mencari dan memilih gagasan baru.

f.       Kepala Madrasah sebagai Inovator :
1.          Melakukan pembaruan di bidang : a) KBM, b) BK, c) Ekstrakurikuler, d) Pengadaan.
2.          Melakukan pembinaan guru dan guru/pendidik;
3.          Melakukan pembaruan dalam menggali sumber daya di Majelis Madrasah dan masyarakat.
g.      Kepala Madrasah sebagai Motivator :
1.          Mengatur ruang kantor yang kondusif;
2.          Mengatur ruang kantor yang kondusif untuk KBM / BK;
3.          Mengatur ruang Laboraturium yang kondusif untuk praktikum;
4.          Mengatur ruang perpustakaan yang kondusif untuk belajar;
5.          Mengatur halaman / lingkungan madrasah yang sejuk dan teratur;
6.          Menciptakan hubungan kerja yang harmonis sesama guru dan guru/pendidik;
7.          Menciptakan hubungan kerja yang harmonis antar madrasah dan lingkungan;
8.          Menerapkan prinsip penghargaan dan hukuman dalam melakukan tugasnya.
II.        Waka Kurikulum
a.       Menyusun dan menjabarkan kalender pendidikan;
b.      Menyusun pembagian tugas dan jadwal pelajaran;
c.       Mengatur penyusunan program pengajaran  ( Program Semester, Program Satuan Pengajaran, dan Persiapan Mengajar, Penjabaran dan Penyesuaan Kurikulum );
d.      Mengatur pelaksanaan kegiatan kurikulum dan ekstrakurikuler;
e.       Mengatur pelaksanaan program penilian kriteria kenaikan kelas, kriteria kelulusan, dan laporan kemajuan belajar siswa, serta pembagian rapor dan STTB;
f.       Mengatur pelaksanaan program perbaikan dan pengajaran;
g.      Pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar;
h.      Mengatur pengembangan MGMP dan koordinator mata pelajaran;
i.        Melakukan supervisi administrasi dan akademis;
j.        Memeriksa administrasi guru, wali kelas, perpustakaan, laboraturium dan guru piket;
k.      Senantiasa meningkatkan stabilitas dan mutu pendidikan;
l.        Menyusun personalia wali kelas dan guru piket;
m.    Menyusun guru inti;
n.      Merencanakan, mengkoordinasi, mengawasi KBM tambahan / les;
o.      Merencanakan penerimaan siswa baru bersama Waka Kurikulum;
p.      Memeriksa dan mengusulkan calon guru teladan;
q.      Merencanakan, mengkoordinir, mengawasi kegiatan try out;
r.        Menyusun laporan .
III.     Waka Kesiswaan
a.       Mengatur program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling bersama koordinator BP;
b.      Mengatur dan mengkoordinasikan pelaksanaan 8 K ( Keamaan Mebersihan, Ketertiban, Keindahan, Kekeluargaan, Kesehatan, Kerindangan dan Keagamaan );
c.       Mengatur dan membina program kegiatan OSIS meliputi, Kepramukaan, PMR, KIR, UKS, PKS, Paskibraka dan kegiatan lainnya;
d.      Mengatur program pesantren kilat / Pondok Ramadan;
e.       Menyusun dan mengatur pelaksanan pemilihan siswa teladan madrasah;
f.       Menyelenggarakn cerdas cermat, olahraga prestasi;
g.      Meyeleksi calon untuk diusulkan mendapat beasiswa;
h.      Menyusun program pembinaan / kegiatan kesiswaan / OSIS;
i.        Membimbing, mengarahkan dan megendalikan kegiatan siswa / OSIS dalam rangka mengadakan disiplin dan tata tertib siswa;
j.        Membimbing, mengarahkan dan mengendalikan proses pemilihan pengurus OSIS;
k.      Menyelengggarkan Latihan Kepemimpinan Madrasah ( LDKM );
l.        Mengkoordinir, membina dan mengawasi kegiatan upacara bendera dan SKJ;
m.    Melaksanakan penerimaan siswa baru bersama Waka Kurikulum dan Kepala TU;
n.      Merencanakan, mengkoordinir dan melaksanakan bakti masyarakat dan karya wisata bersama Waka Humas dan Waka Kurikulum;
o.      Memantau lulusan madrasah;
p.      Melakukan pemilihan siswa teladan dan peneriamaan beasiswa;
q.      Mengkoordinir permohonan kebebasan, keringanan pembayaran, dana pendidikan bersama koordinator BP;
r.        Melakukan pemilihan siswa untuk mewakili madrasah dalam kegiatan di luaar madrasah;
s.       Membina pengurus OSIS dalam berorganisasi;
t.        Membina karya siswa, KIR, Mading;
u.      Merencanakan, melaksanakan dan mengawasi MOS;
v.       Merencanakan, melaksanakan dan mengkoordinir pelaksanaan PHBI dan PHBN bersama Waka Humas;
w.    Merencanakan, mengkoordinir pelaksanaan perpisahan siswa kelas IX bersama Waka Humas;
x.      Melaksanakan penerimaan siswa baru;
y.      Menyusun laporan.
IV.     Waka Sarana Prasarana
a.       Merencanakan kebutuhan sarana prasarana untuk menunjang PBM;
b.      Merencanakan program pengadaannya;
c.       Mengatur pemenfaatan sarana prasarana;
d.      Megelola perawatan, perbaikan dan pengisian;
e.       Mengatur pembukuannnya;
f.       Menyusun laporan.
V.        Waka Humas
a.       Mengatur dan mengembangkan hubungan dengan komite madrasah dan peran komponen pendidikan;
b.      Menyelenggarakan Baksos, Karya wisata bersama Waka Kesiswaan;
c.       Menyelenggarakan program hasil pendidikan di madrasah ( Gebyar pendidikan );
d.      Merencanakan, mengkoordinir pelaksanaan kegiatan keagamaan / pondok ramadan bersama Waka Kesiswaan;
e.       Menyelanggarakan PHBI dan PHBN bersama Waka Kesiswaan;
f.       Mengadakan komunikasi dan bekerjasama denagan instansi lembaga sosial pendidikan lain;
g.      Merencanakan dan melaksanakan pertemuan dengan orang tua / wali murid;
h.      Merencanakan, melaksanakan kegiatan Halal bihalal / Sialaturrahmi;
i.        Menyusun laporan.
VI.     Guru
Guru bertanggung jawab kepada kepala Madrasah dan mempunyai tugas melaksanakam kegiatan PBM secara efektif dan efisien.
Tugas dan tanggung jawab seorang guru meliputi:
a.       Membuat perangkat program pembelajaran :
Ø  Program tahunan / semester;
Ø  Progarm rencana pembelajaran
Ø  Program satuan pelajaran;
Ø  Program mingguan guru;
Ø  LKS
Ø  Dsb.
b.      Melaksanakan kegiatan pembelajaran
c.       Melaksanakan kegiatan penilaian, proses belajar, ulangan harian, ulangan umum, ujian sekolah;
d.      Melaksanakan analisis hasil ulangan harian;
e.       Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan;
f.       Mengisi saftar nilai siswa;
g.      Melaksanakan kegiatan membimbing ( pengimabasan pengetahuan ) kepada guru lain dalam proses KBM;
h.      Membuat pelajaran / alat peraga;
i.        Menumbuhkembangkan siskap menghargai karya seni;
j.        Mengikuti kegiatan pengembangan dan pemasyarakatan kurikulum;
k.      Melaksanakan tugas tertentu di madrasah;
l.        Mengadakan pengembangan program pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya;
m.    Membuat catatan penting kemajuan hasil belajar siswa;
n.      Mengisi dan meniliti daftar hadir siswa sebelum memulai pelajaran;
o.      Mengatur kebersihan ruang kelas dan ruang praktikum;
p.      Mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan pangkatnya.
VII.  Wali Kelas
Wali kelas membantu kepala madrasah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
a.       Pengelolaan kelas;
b.      Penyelenggaraan administrasi kelas meliputi:
Ø  Denah tempat duduk siswa;
Ø  Papan absensi siswa;
Ø  Daftar pelajaran kelas;
Ø  Daftar piket kelas;
Ø  Buku absensi siswa;
Ø  Buku kegiatan pembelajaran / buku kelas;
Ø  Tata tertib siswa.
c.       Penyusunan pembuatan statistik bulana siswa;
d.      Pengisian daftar kumpulan nilai siswa ( Leger );
e.       Pembuatan catatan khusus tentang siswa;
f.       Pencatatan mutasi siswa;
g.      Pengisian buku laporan penilaian hasil belajar;
h.      Pembagian buku laporan penilaian hasil belajar.
VIII.                   Piket KBM
a.       Bertangganung jawag atas pelaksanaan KBM pada hari itu;
b.      Mengatur dan mengisi jam-jam kosong;
c.       Mengatasi / menindak siswa-siswi yang membolos;
d.      Mementau siswa-siswi yang membolos;
e.       Koordinasi dengan wali kelas / BP untuk siswa yang bermasalah;
f.       Meminta Bapak / Ibu guru untuk mengisi daftar hadir;
g.      Membuat laporan piket.
IX.     Guru Pembimbing dan Konseling
Bimbingan dan konseling membantu kepada siswa dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
a.       Penyusunan program dan pelaksanaan bimbingan dan konseling;
b.      Koordinasi dengan wali kelas dalam rangka mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh siswa tentang kesulitan belajar;
c.       Memberikan layanan dan bimbinagn kepada siswa agar lebih berpartisipasi dalam kegiatan belajar;
d.      Memberika saran dan pertimbangan kepada siswa dalam mengatasi gambaran tenatang lanjutan pendidikan;
e.       Mengadakan penilaian pelaksanaan bimbingan dan konseling;
f.       Menyusun statistik hasil penialaian bimbingan dan konseling;
g.      Melaksanakan kegiatan analisis hasil evaluasi belajar;
h.      Menyusun dan melaksankan program tindak lanjut bimbingan dan konseling;
i.        Melaksanakan home visit;
j.        Mengadakan angket siswa dalam rangka untuk mengetahui keadaan / kondisi siswa;
k.      Menyusun laporan pelaksanaan bimbingan dan konseling.
X.        Kepala Tata Usaha
Kepala Tata Usaha madrasah mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan madrasah dan bertanggung jawab kepada Kepala Madrasah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
a.       Penyusunan program kerja tata usaha madrasah;
b.      Pengurusan administrasi ketenagaan dan siswa;
c.       Pembinaan dan pengembangan karir pegawai tata usaha madrasah;
d.      Penyusunan administrasi perlengkapan madrasah;
e.       Penyusunan dan penyajian data / statistik madrasah;
f.       Mengkoordinasikan dan melaksankan 8 K;
g.      Merencanakan, melaksankan keuangan madrasah;
h.      Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan secara berkala.

2.3         Pelaksanaan Disiplin Kerja dan Lain-lain
Upaya peningkatan kinerja guru yang dilakukan Kepala Madrasah adalah salah satunya juga dengan menerapkan kedisiplinan guru melalui: (1) pembinaan, (2) pengawasan dan (3) tidakan dalam disiplin. Hal ini dapat di gambarkan bahwa kepala MTs Negeri Lengkong membina disiplin guru melalui pengarahan secara tertulis dan tidak tertulis disamping juga mengadakan pengawasan melalui piket harian dan melakukan tindakan bagi yang melanggarnya. Berhubungan dengan masalah itu Kepala madrasah mengatakan : Untuk tegaknya disiplin kami memulainya dengan pengarahan dan himbauan baik melalui rapat maupun melalui teguran secara lisan dan tulisan dan pengawasan terhadap guru-guru yang terlambat terutama  hari senin karena adanya upacara bendera.
Dengan demikian  nampak bahwa usaha yang dilakukan kepala madrasah dalam meningkatkan disiplin berupa himbauan, teguran, operasi kelas serta memotifasi guru agar dapat melaksanakan tugasnya sebagaimana mestinya. Salah satu indikator tingginya kinerja guru secara konseptual ditandai dengan adanya penegakan disiplin kerja guru di sekolah, baik meliputi kehadiranya di sekolah, keberadaanya di kelas, disiplin dalam menyajikan materi pelajaran dan tepat waktu juga ketika keluar kelas setelah menyelesaikan materi pelajaran.
Berdasarkan hasil observasi, kepala madrasah melakukan  pemeriksaan setiap kelas setelah bel masuk berbunyi untuk mengetahui kelas yang mana yang belum ada gurunya dan kalau ternyata gurunya belum datang maka kepala madrasah meminta guru piket untuk untuk menggantikannya bahkan tidak jarang juga kepala madrasah sendiri yang mengantikanya, apabila guru yang bertugas sudah datang maka kepala sekolah menegurnya dan memberi pengertian tentang pentingnya disiplin sambil menyerahkan kembali kelasnya untuk mengajar.
Dengan demikian data penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah menerapkan kedisiplinan dengan berbagai cara, kadang dengan menutup pintu pagar sekolah pada saat jam pelajaran dan guru yang datang terlambat tidak dapat masuk pada jam pertama. Cara seperti ini sering dilaksanaka pada hari senin saat pelaksanaan upacara bendera disamping juga pada hari-hari lainya. Upaya yang ditempuh kepala madrasah dalam hal pelaksanaan disiplin seperti ini dirasa sangat mengganggu karena guru dan siswa yang datang terlambat harus menunggu di depan pintu gerbang pada tiap jam pertama hari senin.  Pada jam selanjutnya baru pintu pagar kembali di buka dan diperbolehkan masuk.













BAB III
KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN

3.1         Materi Yang Diamati
Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Lengkong yang bergerak dibidang pendidikan memerlukan tenaga kerja yang profesional dan terampil serta dapat diandalkan. Untuk itu, diperlukan pengelolaan sumber daya manusia yang baik. Kepala madrasah melihat dan menilai bahwa guru/pendidik sebagai sumber daya yang penting bagi kelangsungan pembelajaran sehingga harus terus dijaga dan dibina secara kontinu agar guru/pendidik dapat berkinerja dengan maksimal yang pada akhirnya madrasah akan mencapai tujuannya.
Kepala madrasah dibantu oleh Kepala Tata Usaha dan para Wakil Kepala (Waka) berusaha mengelola hal-hal yang berkaitan dengan sumber daya manusia atau guru. Baik itu ketika pemenuhan sumber daya manusia (rekrutmen), pemeliharaan sumber daya manusia, pengembangan sumber daya manusia, sampai pada pelepasan sumber daya manusia, serta hal-hal lain yang berkaitan dengan guru/pendidik.
Dari hasil praktek kerja lapangan (PKL) yang telah dilakukan, maka penulis akan menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya manusia atau guru.
3.2         Lingkup Kegiatan
Salah satu sumber daya yang penting dalam manajemen adalah sumber daya manusia atau human resources. Pentingnya sumber daya manusia ini, perlu disadari oleh semua tingkatan manajemen. Bagaimanapun majunya teknologi saat ini, namun faktor manusia tetap memegang peranan penting bagi keberhasilan suatu organisasi.  Menurut Buchari Zainun (2001, hal. 17), manajemen sumber daya manusia merupakan bagian yang penting, bahkan dapat dikatakan bahwa manajemen itu pada hakikatnya adalah manajemen sumber daya manusia atau manajemen sumber daya manusia adalah identik dengan manajemen itu sendiri.
Sumber daya manusia adalah potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan (Anonim;2008:1).
Proses manajemen sumber daya manusia yang dilaksanakan oleh MTs Negeri Lengkong, sebagaimana disampaikan oleh Pigors dan Myers (1961) yaitu menekankan pada; recruitment (pengadaan), maintenance (pemeliharaan) dan development (pengembangan).
1.        Pengadaan Sumber Daya Manusia
Recruitment disini diartikan pengadaan, yaitu suatu proses kegiatan mengisi formasi  yang lowong, mulai dari perencanaan, pengumuman, pelamaran, penyaringan sampai dengan pengangkatan dan penempatan. Pengadaan yang dimaksud disini lebih luas maknanya, karena pengadaan dapat merupakan salah satu upaya dari pemanfaatan. Jadi pengadaan disini adalah upaya penemuan calon dari dalam lembaga pendidikan maupun dari luar untuk mengisi jabatan yang memerlukan SDM yang berkualitas.   Jadi bisa berupa recruitment from outside dan recruitment from within.  
Recruitment from within merupakan bagian dari upaya pemanfatan SDM yang sudah ada, antara lain melalui pemindahan dengan promosi atau tanpa promosi. Untuk pengadaan pekerja dari luar tahapan seleksi memegang peran penting. Seleksi yang dianjurkan bersifat terbuka (open competition) yang didasarkan kepada standar dan mutu yang sifatnya dapat diukur (measurable). Pada seleksi perpindahan baik promosi dan tanpa promosi, harus memperhatikan unsur-unsur antara lain; kemampuan, kompetensi, kecakapan, pengetahuan, keterampilan, sikap dan kepribadian.

2.        Pemeliharaan Sumber Daya Manusia
Pemeliharaan atau maintenance merupakan tanggung jawab setiap pimpinan. Pemeliharaan SDM yang disertai dengan ganjaran (reward system) akan berpengaruh terhadap jalannya organisasi.  Tujuan utama dari pemeliharaan adalah untuk membuat orang yang ada dalam organisasi betah dan bertahan, serta dapat berperan secara optimal.  Sumber daya manusia yang tidak terpelihara dan merasa tidak memperoleh ganjaran atau imbalan yang wajar, dapat mendorong pekerja tersebut keluar dari organisasi atau bekerja tidak optimal.
Pemeliharaan SDM pada dasarnya untuk memperhatikan dan mempertimbangkan secara seksama hakikat manusianya.  Manusia memiliki persamaan disamping perbedaan, manusia mempunyai kepribadian, mempunyai rasa, karya, karsa dan cipta.  Manusia mempunyai kepentingan, kebutuhan,  keinginan, kehendak dan kemampuan, dan manusia juga mempunyai harga diri.   Hal-hal tersebut di atas harus menjadi perhatian pimpinan dalam manajemen SDM. Pemeliharaan SDM perlu diimbangi dengan sistem ganjaran (reward system), baik yang berupa finansial, seperti gaji, tunjangan, maupun yang bersifat material seperti; fasilitas kendaraan, perubahan, pengobatan, dll dan juga berupa immaterial seperti ; kesempatan untuk pendidikan dan pelatihan, dan lain-lain. Pemeliharaan dengan sistem ganjaran ini diharapkan dapat membawa pengaruh terhadap tingkat prestasi dan produktitas kerja.
Berikut adalah hal-hal yang ada pada proses pemeliharaan sumber daya manusia di MTs Negeri Lengkong:
a.       Kompensasi, merupakan setiap bentuk pembayaran, upah atau imbalan yang diberikan kepada guru/pendidik yang timbul dari dipekerjakannya. Lembaga sekolah memberikan upah kepada guru/pendidik sebagai imbalan yang telah dinyatakan atau dinilai dalam bentuk uang.
b.      Program Kesejahteraan, untuk menunjang proses kesejahteraan guru/pendidik diluar kompensasi pokok, sekolahan biasanya memberikan insentif lain.
c.       Fasilitas adalah wahana atau prasarana untuk mempermudah melakukan sesuatu. Fasilitas berarti sebuah alat untuk membantu menyelesaikan sebuah pekerjaan. Fasilitas juga berupa alat untuk membantu mengefektifkan dan mengefisiensikan segala sesuatu yang berhubungan dengan lembaga sekolah.
d.      Motivasi merupakan prilaku yang ditujukan pada sasaran motivasi berkaitan dengan tingkat usaha yang dilakukan oleh seseorang dalam mengejar suatu tujuan. Motivasi berkaitan erat dengan kepuasan pekerjaan dan performansi pekerjaan. Motivasi juga merupakan istilah yang lazim digunakan untuk mengetahui maksud seseorang atau sesuatu hal untuk mencapai tujuan tertentu, misalnya uang, keselamatan, prestise, dan sebagainya. Namun demikian tujuan khusus yang tampaknya diperjuangkan banyak orang dalam analisis kerap kali berubah menjadi alat untuk mencapai tujuan lain, yang dipandang lebih fundamental.


3.        Pengembangan Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia pada MTs Negeri Lengkong perlu pengembangan sampai pada taraf tertentu sesuai dengan perkembangan lembaga pendidikan tersebut.  Apabila lembaga pendidikan ingin berkembang seyogyanya diikuti oleh pengembangan sumber daya manusia. Pengembangan sumber daya manusia ini dapat dilaksanakan melalui pendidikan dan pelatihan yang berkesinambungan, baik itu yang dilaksanakan oleh Kantor Kementerian Agama maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk.
Pendidikan dan pelatihan merupakan upaya untuk pengembangaan SDM, terutama untuk pengembangan kemampuan intelektual dan kepribadian.   Pendidikan pada umumnya berkaitan dengan mempersiapkan calon tenaga pendidik, sedangkan pelatihan lebih berkaitan dengan peningkatan kemampuan atau keterampilan guru/pendidik yang sudah menduduki suatu jabatan atau tugas tertentu.
Penerimaan guru/pendidik baru non PNS dilakukan atas dasar permintaan dan kekurangan tenaga guru/pendidik. Prosedur penerimaan calon guru/pendidik adalah dengan cara sebagai berikut:
a.    Lamaran yang dikirim oleh calon guru/pendidik diseleksi dengan ketentuan tertentu
b.    Pelamar-pelamar yang dianggap memenuhi kreteria dipanggil untuk diseleksi.
c.    Mengadakan seleksi seleksi dengan cara tertulis, wawancara, psikotest, kesehatan dan final interview.
                             i.          Apabila dalam seleksi pelamar dinyatakan diterima guru/pendidik mengisi surat perjanjian kerja
Namun yang sering terjadi proses penerimaan tenaga guru/pendidik baru non PNS tidak sesuai prosedur yang berlaku. Penerimaan tenaga guru/pendidik baru non PNS masih atas dasar hubungan keluarga, baik itu keluarga Kepala Madrasah, keluarga Ketua Komite ataupun keluarga Yayasan. Sehingga menghasilkan tenaga guru/pendidik yang kurang profesional.
Solusi yang digunakan untuk menghadapi keadaan seperti ini, setiap tenaga guru/pendidik baru non PNS dibuatkan surat perjanjian kerja selama 1 (satu) tahun dan dinilai kinerjanya, dan jika kinerjanya tidak baik maka pegawai tersebut akan diberhentikan sebagai tenaga guru/pendidik di MTs Negeri Lengkong Kab. Nganjuk.

3.3         Tugas Selama Praktek
Dalam Praktek Kerja Lapangan (PKL) penulis terlebih dahulu diberikan pengarahan oleh Kepala Tata Usaha MTs Negeri Lengkong mengenai tugas-tugas yang harus dilaksanakan selama praktek kerja lapangan di antaranya ;
1.    Membantu kegiatan administrasi kepegawaian
2.    Membantu pengarsipan surat-surat penting
3.    Mengikuti acara-acara yang dilakukan oleh MTs Negeri Lengkong
4.    Membantu menginput data siswa
5.    Membantu menginput data laporan bulanan





BAB V
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Sebagai bab terakhir dari laporan PKL ini, penulis mencoba menarik kesimpulan tentang masalah pembahasan manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) di MTs Negeri Lengkong.
Ada beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari hasil PKL ini adalah:
1.         Sumber daya manusia (SDM) merupakan sumber daya yang sangat penting dan menentukan jalannya suatu organisasi. Untuk itu perlu dilakukan manajemen SDM, yang pada dasarnya menyangkut; pengadaan pekerja, pemeliharaan pekerja dan pengembangan pekerja. Adanya manajemen SDM diharapkan dapat meningkatkan prestasi kerja dan produktivitas kerja, keadaan ini akan dapat dipertahankan apabila diimbangi adanya sistem ganjaran (reward system). Untuk memperoleh SDM yang berkualitas, organisasi perlu senantiasa melakukan pengembangan pegawainya melalui pendidikan dan pelatihan.
2.      Pelaksanaan manajemen SDM pada MTs Negeri Lengkong secara teori sudah cukup baik dimana peranan manajemen SDM terhadap hal-hal yang berkaitan dengan guru/pendidik sudah sesuai.
3.       Peran Manajemen SDM di MTs Negeri Lengkong cukup baik dimana Kepala Madrasah dibantu oleh beberapa staff yang cukup ahli, sehingga tugas-tugas manajemen SDM terlaksana dengan baik.
B.     Saran
Dalam hal ini penulis memberikan sedikit saran untuk kemajuan dari MTs Negeri Lengkong, diantaranya:
1.         Penerimaan guru/pendidik baru non PNS dilakukan atas dasar permintaan dan kekurangan tenaga guru/pendidik seharusnya dilakukan sesuai prosedur, jangan karena hubungan keluarga.
2.         Jumlah orang yang ada di bagian tata usaha sebaiknya ditambah agar kinerja pegawai tata usaha menjadi lebih baik dan menghasilkan output yang memuaskan.
3.         Fasilitas di ruangan tata usaha, seperti Laptop dan printer sudah dalam kondisi kurang layak, perlu diganti agar tidak menghambat kerja pegawai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar