Kamis, 19 November 2015

Bantahan Seorang Mualaf atas Tuduhan Islam Agama Teroris



Pierre Vogel, seorang ulama muda asal Jerman, memiliki cara tersendiri bagaimana membantah tuduhan bahwa Islam adalah agama Terroris.
Ulama mu’alaf yang bersyahadat pada tahun 2001 itu, membantah lawan dengan jawaban yang simpel, logis, dan amat mengena hingga bisa membuat mulut si penuduh bungkam tak sanggup berkata-kata.
Dalam sebuah ceramahnya, ia menyampaikan bagaimana cara ia menyangkal tuduhan itu. Ketika Islam dituduh sebagai agama Teroris, padahal:
– Siapakah yang menyulut perang dunia pertama?
– Siapakah yang menyulut perang dunia kedua?
– Siapakan yang selalu menjajah sebuah negara damai, aman, tenteram hanya untuk kepentingan ekspansi?
– Siapa yang selalu menyiarkan sebuah ajaran agama dengan cara menjajahnya terlebih dahulu?
– Siapakah yang menjatuhkan bom atom atas Hiroshima dengan keji, tidak berperikemanusiaan, dan mengorbankan jutaan rakyat sipil?
– Siapakah yang membantai 20 juta suku Aborigin di Australia?
– Siapakah yang membantai lebih dari 100 juta suku indian merah di Benua Utara Amerika?
– Siapakah yang membantai lebih dari lebih dari 50 juta Indian merah di benua Selatan Amerika?
– Siapakah yang menjadikan lebih dari 150 juta manusia dari Afrika sebagai budak (apartheid), Diantara 77 % dari mereka mati di perjalanan dan dikubur di lautan Atlantik?
– Siapa yang selalu tertarik untuk menguasai serta “merampas” minyak suatu negara baik dengan cara mengadu domba negara tersebut, mendanai oposisinya, menyebar fitnah bom, membuat negara tersebut tak kunjung ada kedamaian?
– Siapa renternir dunia (IMF) yang justru membuat negara pasiennya jadi tambah sengsara dengan system busuk dan kejinya?
– Siapa pelaku dan pendukung penjajahan, perampasan lahan masyarakat, pembantaian warga Palestina dari tahun 1948 hingga sekarang?
– Siapa pelaku dan pendukung krisis dibeberapa negara dengan cara membuat nilai dollar (dengan cara licik) menjadi tinggi hingga negara tersebut tidak sanggup membayar utang dollar dan harus menjual berbagai asetnya?
– Siapa pelaku yang selalu menghina dan melecehkan sebuah ajaran agama baik dengan menghina tokoh agamanya atau membakar kitabnya?
Mereka sama sekali bukan negara Islam maupun orang Islam? Bukalah mata Anda, siapa sesungguhnya yang jahat!
Skakmat !

Kamis, 29 Oktober 2015

PENGARUH MOTIVASI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI LENGKONG KABUPATEN NGANJUK




41
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1  Gambaran Umum Instansi
       4.1.1  Sejarah Singkat
Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan Anak Yatim (YPKA) “Al-Aziz” terletak di dusun Jati desa Sawahan Kec. Lengkong Kab. Nganjuk berdiri sejak 05 Juli 1964. YPKA “Al-Aziz” bergerak dalam bidang sosial dan pendidikan, yaitu :
1.         Panti Asuhan
2.         Play Group / RA
3.         MI (Madrasah Ibtidaiyah)
a.    Diniyah
b.   Umum
4.         MTs (Madrasah Tsanawiyah)
Pada tahun pertama YPKA “Al-Aziz” hanya mengelola pondok pesantren dan MI yang berbasis Madrasah Salafiyah yang bernama “MI PAPI” muridnya dari kelas I sampai kelas IV dan dipimpin langsung oleh KH. Abdul Aziz.
Tahun 1968 – 1976 didirikan PGA 4 tahun yang siswanya dari Kecamatan Lengkong dan sekitarnya. Karena adanya penyesuaian kelembagaan pendidikan, PGA 4 tahun berubah menjadi MTs yang jenjang pendidikannya setara dengan SMP. MTs di YPKA “Al-Aziz” bernama MTs PAPI. Untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kepercayaan masyarakat serta pengakuan kualitas dan kuantitas MTs PAPI bergabung ke MTsN Termas Baron Nganjuk menjadi MTs Filial I dari tahun 1983 sampai 1996.
selengkapnya klik disini

Selasa, 04 Agustus 2015

PROPOSAL JUDUL “Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Di Madrasah Tsanawiyah Negeri Lengkong ”



BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang Penelitian
Instansi Pemerintah adalah organisasi yang merupakan kumpulan orang-orang yang dipilih secara khusus untuk melaksanakan tugas Negara sebagai bentuk pelayanan kepada orang banyak. Tujuan instansi pemerintah dapat dicapai apabila mampu mengolah, menggerakkan dan menggunakan sumber daya manusia yang dimiliki secara efektif dan efisien. Peran manusia dalam organisasi sebagai pegawai memegang peranan yang menentukan karena hidup matinya suatu organisasi pemerintah semata-mata tergantung pada manusia. Pegawai merupakan faktor penting dalam setiap organisasi pemerintahan. Pegawai merupakan faktor penentu dalam pencapaian tujuan instansi pemerintah secara efektif dan efisien. Pegawai yang menjadi penggerak dan penentu jalannya organisasi.
Faktor sumber daya manusia ini merupakan elemen yang harus diperhatikan oleh setiap instansi, terutama bila mengingat bahwa instansi pemerintah yang berhubungan dengan pelayanan publik. Hal ini memaksa setiap instansi harus dapat bekerja dengan lebih efektif, efisien dan produktif. Dalam memberikan pelayanan publik tentunya ini akan memacu instansi pemerintah untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Hal ini instansi pemerintah harus memperhatikan pada aspek sumber daya manusia.
Jadi manusia dapat dipandang sebagai faktor penentu, karena ditangan  manusialah segala inovasi akan direalisasi dalam upaya mewujudkan tujuan instansi pemerintah.

Sabtu, 31 Januari 2015

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI LENGKONG KABUPATEN NGANJUK



BAB 1
PENDAHULUAN


1.1         Latar Belakang PKL
Sejak tahun 1996, MTs Jati Filial Termas Baron secara resmi telah berubah status menjadi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Lengkong. Sebagai konsekuensi dari perubahan ini, maka MTs Negeri Lengkong telah menyelaraskan orientasi program pendidikannya dari yang semula hanya menyelenggarakan pendidikan sesuai dengan kurikulum dan tidak lebih menjadi satuan pendidikan yang menggali potensi daerah dengan berbagai program ekstra kurikuler. Sejalan dengan hal ini, maka MTs Negeri Lengkong terus berbenah diri agar mampu menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi mampu memberikan kontribusi tenaga terampil bagi masyarakat.
Salah satu wujud komitmen MTs Negeri Lengkong untuk memberikan kontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia. Agar menghasilkan lulusan yang berkualitas, maka dibutuhkan tenaga-tenaga pendidik yang terampil dan profesional.
Program Praktek Kerja Lapangan (PKL) “STIE” Nganjuk yang dilaksanakan di MTs Negeri Lengkong adalah bagian dari kurikulum, program PKL dilakukan melalui proses sistematik berkaitan dengan aplikasi teori-teori manajemen yang didapatkan melalui sistem pembelajaran yang didapatkan di Pergururan Tinggi dengan nilai-nilai yang berlaku dilapangan hingga menemukan keselarasan antara teori dan praktek.