Sabtu, 31 Januari 2015

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI LENGKONG KABUPATEN NGANJUK



BAB 1
PENDAHULUAN


1.1         Latar Belakang PKL
Sejak tahun 1996, MTs Jati Filial Termas Baron secara resmi telah berubah status menjadi Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Lengkong. Sebagai konsekuensi dari perubahan ini, maka MTs Negeri Lengkong telah menyelaraskan orientasi program pendidikannya dari yang semula hanya menyelenggarakan pendidikan sesuai dengan kurikulum dan tidak lebih menjadi satuan pendidikan yang menggali potensi daerah dengan berbagai program ekstra kurikuler. Sejalan dengan hal ini, maka MTs Negeri Lengkong terus berbenah diri agar mampu menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi mampu memberikan kontribusi tenaga terampil bagi masyarakat.
Salah satu wujud komitmen MTs Negeri Lengkong untuk memberikan kontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia. Agar menghasilkan lulusan yang berkualitas, maka dibutuhkan tenaga-tenaga pendidik yang terampil dan profesional.
Program Praktek Kerja Lapangan (PKL) “STIE” Nganjuk yang dilaksanakan di MTs Negeri Lengkong adalah bagian dari kurikulum, program PKL dilakukan melalui proses sistematik berkaitan dengan aplikasi teori-teori manajemen yang didapatkan melalui sistem pembelajaran yang didapatkan di Pergururan Tinggi dengan nilai-nilai yang berlaku dilapangan hingga menemukan keselarasan antara teori dan praktek.

Selasa, 26 Agustus 2014

Sejarah Kementerian Agama


Bangsa Indonesia adalah bangsa yang religius. Hal tersebut tercermin baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam kehidupan bernegara. Di lingkungan masyarakat-terlihat terus meningkat kesemarakan dan kekhidmatan kegiatan keagamaan baik dalam bentuk ritual, maupun dalam bentuk sosial keagamaan. Semangat keagamaan tersebut, tercermin pula dalam kehidupan bernegara yang dapat dijumpai dalam dokumen-dokumen kenegaraan tentang falsafah negara Pancasila, UUD 1945, GBHN, dan buku Repelita serta memberi jiwa dan warna pada pidato-pidato kenegaraan. Dalam pelaksanaan pembangunan nasional semangat keagamaan tersebut menj adi lebih kuat dengan ditetapkannya asas keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa sebagai salah satu asas pembangunan. Hal ini berarti bahwa segala usaha dan kegiatan pembangunan nasional dijiwai, digerakkan dan dikendalikan oleh keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai nilai luhur yang menjadi landasan spiritual, moral dan etik pembangunan. 

Senin, 17 Februari 2014

SANG KELUD

14 Februari 2014


Masyarakat Indonesia memang selalu mengaitkan sebuah kejadian dengan hal-hal tertentu atau kalau masyarakat Jawa menyebutnya gothak gathuk enthuk. Tidak terkecuali dengan peristiwa meletusnya Gunung Kelud.
Muncul pesan berantai di pesan blackberry yang mengaitkan letusan Kelud dengan ayat-ayat di Alquran. Adapun pesan yang beredar adalah sebagai berikut.
Erupsi pertama Gunung Kelud terjadi pada pukul 22.50 Waktu Indonesia Barat (WIB), Kamis, 13 Februari 2014. Lalu, mari kita buka Al-Quran surat ke-22, Al-Hajj, Ayat 50, yaitu: "Falladziina Amanu Wa'amilus Shoolihaati Lahum Maghfirotuw Warizqun Kariim".
Al-Quran Surat 22 Ayat 50 ini berarti: "Maka orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia".